pentahelix

Pentahelix

Dua minggu terakhir ini, saya sering terlibat diskusi dengan beberapa pihak untuk membahas konsep Pentahelix ini. Dalam diskusi itu, kontribusi saya hanya sebagai pendengar yang baik. Hasil dari pendengaran saya ini, saya bagikan dalam artikel ini dan juga video Youtube.

Diskusi Pentahelix ini melibatkan APTISI IV-A sebagai pihak akademisi, KADIN sebagai pihak industri, IPEMI sebagai pihak komunitas, Fakta Integritas sebagai pihak media, dan juga ada perwakilan dari pemerintah Kota Bekasi.

Dalam artikel ini, saya akan mencoba menjelaskan dari mulai definisi Pentahelix, pandangan tim sampai pada rencana aksi.

Konsep penta-helix atau multipihak dimana unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media bersatu padu berkoordinasi serta berkomitmen untuk mengembangkan inovasi pengetahuan yang memiliki potensi untuk dikapitalisasi atau ditransformasi menjadi produk maupun jasa yang memiliki nilai ekonomis.

Konsep Pentahelix

Selanjutnya dari konsep tersebut, tim Pentahelix (tim ini adalah gabungan dari berbagi pihak yang saya sebutkan di awal, saya dalam hal ini mewakili Aptisi bidang Riset dan Training Center). Pandangan tim adalah sebagai berikut :

APTISI (Akademisi) :Tridarma yang diarahkan ke Aptisi Goes to Campus untuk memberikan motivasi, ilmu dan pencerahan kepada mahasiswa agar siap kerja atau siap berwirausaha.

KADIN (Dunia Usaha/Bisnis) : mengumpulkan kebutuhan dunia usaha, menyalurkan lulusan SLTA dan Kampus untuk ke BLK, Magang atau langsung kerja, serta akses pendanaan / modal usaha.

IPEMI (komunitas/masyarakat) : inspirasi, motivasi, usaha apa saja yang bisa dilakukan.

Pemerintah : memberikan guideline (regulasi), memasukkan ke dalam visi dan misi, memberikan ruang kontribusi

Media : mempublikasikan dan mengajak semua pihak untuk berpartisipasi

Jika kita bandingkan dengan teori ,saya menukil dari ….

https://www.djkn.kemenkeu.go.id/artikel/baca/14311/Mewujudkan-Prinsip-Prinsip-Penta-Helix-Dalam-Mengelola-Kekayaan-Negara-Studi-Kasus-Penataan-Sungai-Citarik.html

1.Akademisi pada model penta-helix berperan sebagai conceptor.
Seperti melakukan standarisasi proses bisnis serta sertifikasi produk dan keterampilan sumber daya manusia. Akademisi dalam hal ini merupakan sumber pengetahuan dengan konsep, teori-teori terbaru dan relevan

2.Bisnis pada model penta-helix berperan sebagai enabler.
Bisnis merupakan entitas yang melakukan proses bisnis dalam menciptakan nilai tambah dan mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan.

3.Komunitas pada model penta-helix berperan sebagai accelerator.
Dalam hal ini komunitas merupakan orang-orang yang memiliki minat yang sama dan relevan dengan bisnis yang berkembang. Bertindak sebagai perantara atau menjadi penghubung antar pemangku kepentingan

4.Pemerintah pada model penta-helix berperan sebagai regulator.
Pemerintah berperan sebagai regulator sekaligus berperan sebagai controller yang memiliki peraturan dan tanggung jawab dalam mengembangkan bisnis

5.Media pada model penta-helix berperan sebagai expander.
Media berperan dalam mendukung publikasi dalam promosi dan membuat brand image.

Jika kita bandingkan, antara teori dan pandangan tim, ini sudah selaras. Kita coba lihat arahan dari pemerintah Kota Bekasi di bawah …secara singkat ….

Arahnya : menuju Bekasi yang : Creative City, Smart City, dan Innovative.

•Beberapa clue nya :
1. Digital Startup, kolaborasi dengan Business Incubator atau kampus yang berperan sebagai business incubator.
2. Menciptakan Bekasi Technopark.
3. Menciptakan Creative Talent.
4. City Branding
5. Urban Tourism
6. Hibah Wirausaha
7. Smart Governance

eemmmm….daripada saya nulis panjang, langsung simak di Youtube saja yah …

Leave a Comment